UPDATE

MEDIA

 
 

Generasi Muda Hindu Mesti Disiplin dan Rendah Hati

 

Generasi muda harus tumbuh

dan berkembang lebih mantap dalam

akar budaya bangsanya sendiri.

 

Ketika memberikan pengarahan pada pendidikan Kepemimpinan Peradah Indonesia angkatan ke 2 di Cibubur Jakarta pada tangal 9-12 Nopember 1992, Prof Mantra ada menjeIaskan tentang ”Pembinaan Jiwa Generasi Muda”. Antara lain ditegaskan bahwa generasi muda harus tumbuh dan berkembang Iebih mantap dalam akar budaya bangsanya sendiri. Generasi seperti itu dapat dikatakan memiliki kekuatan watak dan jati diri. Generasi muda seperti itu akan dapat dengan sebaik-baiknya memperluas jangkauan hidup sesuai dengan perkembangan jaman dengan tidak kehilangan integritas diri dan jati dirinya. Dengan terlebih dahulu mengenal diri, mereka mampu menghadapi dan mengadakan modernisasi dan inovasi dengan penuh kreativitas dalam berbagai bidang kehidupan.

Sebelumnya secara mendasar Prof. Mantra telah menguraikan tentang konsepsi Catur Purusaartha, Catur Asrama dan Catur Warna, yang antara lain mengandung makna esensial : kedisiplinan. Oleh karena itu Prof. Mantra mengharapkan generasi muda Hindu senantiasa dapat meningkatkan disiplin diri, memiliki jiwa sosial penuh dedikasi dan tanpa pambrih. Jiwa yang selalu sabar, rendah hati namun tanpa merasa terhina, melihat hari depan penuh harapan, jiwa dinamik berjuang untuk kepentingan bangsa tanpa pamrih sangat diperlukan dalam meningkatkan kualitas diri.

Apa yang ditekankan tersebut jelas merupakan mutiara-mutiara ajaran kesusilaan Hindu: kedisiplinan,kerendahan hati, jiwa mengabdi dan seterusnya. Maka generasi muda sudah tentu mutlak perlu menghayati ajaran-ajaran tata susila tersebut, apabila generasi masa depan itu ingin memiliki kualitas diri.

Terlebih lagi dalam menghadapi hari depan yang terbentang tantangan, maka jiwa-jiwa yang tumbuh berdasarkan kesusilaan tersebut perlu terus di suburkan.

Bagaimana disuratkan dalam kitab suci Bhagawadgita: tidak mengenal takut, berjiwa murni, bergiat untuk mencapai kebijaksanaan dan yoga, berderma, menguasai indria, berkorban, mempelajari ajaran-ajaran kitab suci, taat berpantang dan jujur. (16.1). tidak menyakiti mahluk lain, berpegang pada kebenaran, tidak pemarah melepaskan diri dari ikatan duniawi, tentram, tidak suka memfitnah, kasih sayang terhadap sesama mahluk, tidak tamak, lemah lembut, sopan santun dan teguh iman (16.2). Tangkas, bersifat suka mengampuni, berketetapan hati, berjiwa murni, tidak dengki, tidak angkuh, semuanya ini, hari Arjuna adalah mereka mereka yang lahir dari sifat kedewataan (Daiwi Sampat) (16.3).

Sifat-sifat kedewataan itulah yang diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dalam diri kita, yang juga merupakan cerminan penghayatan ajaran tata susila Hindu.

 

Prof.Dr. Ida Bagus Mantra

BACK || NEXT

| Bali Takut Dicaplok Asing|Expatriate “ Bali Sparing Partner” yang setia| Demam Caleg | Obama Dalam Teknologi Web 2.0 |Generasi Muda Hindu Mesti Disiplin dan Rendah Hati |

 
 
 
| HOME | Guest Book |Admin Blog | Link Exchange | Friendster |
 
 
Copy Right @ Forum Pro Bali 2008